Kubernetes

Kubernetes Sistem Pengelola Kontainer Paling Populer

JAKARTA, incabroadband.co.id – Dunia pemrograman terus berkembang dengan sangat cepat. Pada dasarnya, cara membuat dan menjalankan perangkat lunak sudah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu perubahan besar itu adalah munculnya Kubernetes.

Kubernetes menjadi tulang punggung banyak layanan digital yang dipakai jutaan orang setiap hari. Mulai dari layanan pesan singkat hingga toko daring berskala besar, banyak yang bergantung pada sistem ini. Justru kehadiran sistem ini membuat pengelolaan perangkat lunak menjadi jauh lebih mudah dan cepat.

Mengenal Kubernetes dan Sejarah Singkatnya

Kubernetes

Kubernetes adalah sistem sumber terbuka yang berguna untuk mengelola, menyebarkan, dan mengatur skala perangkat lunak berbasis kontainer secara otomatis. Pada dasarnya, platform ini membantu tim pengembang menjalankan banyak kontainer sekaligus tanpa harus mengatur semuanya satu per satu.

Nama Kubernetes berasal dari bahasa Yunani yang berarti juru mudi atau pengemudi kapal. Nama ini sejalan dengan tema bahari yang dipakai oleh Docker, alat pembuat kontainer yang populer. Selain itu, nama sandi awal platform ini adalah “Project 7” yang merujuk pada tokoh fiksi ilmiah.

Google pertama kali mengumumkan Kubernetes pada tahun 2014. Sistem ini lahir dari pengalaman Google selama lebih dari 15 tahun menjalankan layanan berskala besar. Sementara itu, pada tahun 2015, Google menyerahkan proyek ini kepada Cloud Native Computing Foundation atau CNCF. Sejak saat itu, platform ini berkembang pesat dan dipakai oleh banyak perusahaan besar di seluruh dunia.

Cara Kerja Kubernetes Secara Sederhana

Memahami cara kerja Kubernetes tidak harus rumit. Pada dasarnya, platform ini bekerja dengan mengatur kontainer-kontainer perangkat lunak agar berjalan dengan baik di sekelompok peladen. Berikut penjelasan sederhananya:

  • Pertama, pengembang membungkus perangkat lunak ke dalam kontainer. Kontainer berisi semua yang dibutuhkan perangkat lunak untuk berjalan. Mulai dari kode program hingga pustaka pendukungnya. Hal ini membuat perangkat lunak bisa berjalan di mana saja tanpa masalah.
  • Kedua, platform ini menerima perintah dari pengembang. Perintah ini berisi keterangan tentang berapa banyak kontainer yang harus dijalankan. Selain itu, perintah juga berisi aturan tentang sumber daya yang dibutuhkan setiap kontainer.
  • Ketiga, sistem ini menempatkan kontainer ke peladen yang paling sesuai. Sistem ini menilai ketersediaan sumber daya di setiap peladen. Sementara itu, kontainer akan ditempatkan di peladen yang masih punya ruang cukup.
  • Keempat, sistem pengelola ini mengawasi semua kontainer yang sedang berjalan. Jika ada kontainer yang gagal atau berhenti, sistem ini langsung membuat pengganti baru secara otomatis. Hal ini membuat layanan tetap berjalan tanpa gangguan.
  • Terakhir, platform ini bisa menambah atau mengurangi jumlah kontainer sesuai kebutuhan. Saat lalu lintas data meningkat, jumlah kontainer bertambah. Saat lalu lintas menurun, jumlah kontainer dikurangi. Dengan kata lain, sumber daya selalu dipakai secara tepat.

Bagian Utama dalam Kubernetes

Kubernetes terdiri dari beberapa bagian penting yang bekerja sama. Berikut bagian-bagian utama platform ini:

  • Pertama, simpul pengendali atau master node. Bagian ini menjadi pusat kendali seluruh sistem. Semua keputusan tentang penempatan kontainer dibuat di sini. Selain itu, simpul pengendali juga menyimpan semua data pengaturan sistem.
  • Kedua, simpul pekerja atau worker node. Bagian ini adalah tempat kontainer benar-benar berjalan. Setiap simpul pekerja punya sumber daya seperti prosesor dan memori. Sementara itu, satu sistem Kubernetes bisa punya banyak simpul pekerja sekaligus.
  • Ketiga, pod. Pod adalah satuan terkecil dalam sistem ini. Satu pod bisa berisi satu atau beberapa kontainer yang saling terkait. Pada dasarnya, pod bersifat sementara dan bisa dibuat ulang kapan saja oleh sistem.
  • Keempat, layanan atau service. Bagian ini bertugas menghubungkan pod satu dengan pod lainnya. Selain itu, layanan juga menjadi pintu masuk bagi pengguna yang ingin mengakses perangkat lunak dari luar.
  • Terakhir, penyimpanan pengaturan atau ConfigMap. Bagian ini menyimpan pengaturan yang dibutuhkan perangkat lunak tanpa harus mengubah kode program. Hal ini membuat pengelolaan pengaturan menjadi lebih mudah dan rapi.

Manfaat Kubernetes untuk Pengembang dan Perusahaan

Kubernetes membawa banyak manfaat bagi tim pengembang maupun perusahaan. Berikut beberapa manfaat utama platform ini:

  • Pertama, mengotomatiskan banyak pekerjaan manual. Tanpa Kubernetes, pengembang harus mengatur penempatan kontainer satu per satu. Hal ini menyita banyak waktu dan tenaga. Dengan platform ini, semua berjalan otomatis.
  • Kedua, menjaga layanan tetap berjalan tanpa gangguan. Platform ini punya kemampuan penyembuhan mandiri. Jika ada kontainer yang gagal, sistem langsung membuat penggantinya. Maka dari itu, pengguna tidak merasakan adanya gangguan.
  • Ketiga, menghemat biaya infrastruktur. Sistem pengelola kontainer ini menggunakan sumber daya peladen secara lebih tepat. Kontainer hanya memakai sumber daya yang benar-benar dibutuhkan. Hasilnya, perusahaan bisa menghemat biaya hingga 30 sampai 50 persen.
  • Keempat, memudahkan perpindahan antar penyedia layanan awan. Platform ini bisa berjalan di berbagai penyedia awan seperti AWS, Azure, dan Google Cloud. Selain itu, perangkat lunak bisa dipindahkan antar penyedia tanpa mengubah kode program. Dengan kata lain, perusahaan tidak terikat pada satu penyedia saja.
  • Terakhir, mempercepat proses pengiriman perangkat lunak. Platform ini mendukung alur kerja pembuatan dan penyebaran perangkat lunak secara terus-menerus. Banyak perusahaan yang bisa memperbarui layanan mereka ratusan kali dalam sehari berkat sistem ini. Oleh karena itu, Kubernetes menjadi pilihan utama bagi tim yang ingin bergerak cepat.

Perbedaan Kubernetes dengan Alat Pengelola Kontainer Lain

Kubernetes bukan satu-satunya alat pengelola kontainer. Ada beberapa pilihan lain yang juga banyak dipakai. Berikut perbandingan singkatnya:

  • Pertama, Docker Swarm. Alat ini dibuat oleh Docker dan lebih sederhana daripada platform K8s. Docker Swarm cocok untuk proyek kecil yang tidak terlalu rumit. Namun demikian, kemampuannya terbatas saat menangani proyek berskala besar.
  • Kedua, Apache Mesos. Alat ini sudah ada lebih lama dari Kubernetes. Mesos bisa menangani beban kerja kontainer maupun non-kontainer. Sementara itu, Mesos lebih cocok untuk perusahaan yang punya sistem sangat besar dan rumit.
  • Ketiga, layanan Kubernetes terkelola dari penyedia awan. Amazon EKS, Google GKE, dan Azure AKS adalah layanan K8s yang dikelola penyedia awan. Layanan ini menghilangkan beban pengelolaan sistem dasar. Maka dari itu, tim pengembang bisa lebih fokus membuat perangkat lunak.

Di sisi lain, Kubernetes tetap menjadi pilihan paling banyak dipakai di seluruh dunia. Sistem pendukungnya sangat luas dan komunitas pengembangnya sangat aktif. Hal ini membuat platform pengelola kontainer ini selalu berkembang dan makin kuat dari waktu ke waktu.

Tren Terbaru Kubernetes di Tahun 2025

Kubernetes terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Berikut beberapa tren terbaru yang muncul di tahun 2025:

  • Pertama, platform ini menjadi landasan utama untuk beban kerja kecerdasan buatan. Pada dasarnya, banyak tim yang kini memakai platform ini untuk menjalankan model kecerdasan buatan berskala besar. CNCF bahkan meluncurkan program kepatuhan kecerdasan buatan untuk menjamin keselarasan antar penyedia.
  • Kedua, munculnya versi ringan untuk perangkat tepi. K3s adalah versi ringan dari Kubernetes yang dirancang untuk perangkat dengan sumber daya terbatas. Selain itu, versi ini sangat cocok untuk perangkat yang berada jauh dari pusat data utama.
  • Ketiga, penerapan GitOps yang makin luas. GitOps adalah cara mengelola sistem pengelola kontainer dengan memakai gudang kode sebagai satu-satunya sumber kebenaran. Alat seperti Argo CD dan Flux CD menjadi makin populer di kalangan pengembang. Hasilnya, proses penyebaran perangkat lunak menjadi lebih rapi dan terkendali.
  • Keempat, keamanan rantai pasokan perangkat lunak makin diperketat. Pemindaian celah keamanan dan penandatanganan citra kontainer menjadi keharusan. Maka dari itu, setiap tahap dari pembuatan hingga penyebaran harus terlindungi.
  • Terakhir, pengelolaan banyak klaster sekaligus makin mudah. Alat seperti Google Anthos dan Azure Arc membantu perusahaan mengelola sistem K8s di berbagai tempat. Dengan kata lain, satu tim bisa mengawasi sistem yang tersebar di berbagai penyedia awan dan pusat data sekaligus.

Tantangan dalam Menggunakan Kubernetes

Meskipun punya banyak keunggulan, platform ini juga punya beberapa tantangan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Pertama, kurva belajar yang cukup curam. Platform ini punya banyak konsep dan istilah yang perlu dipahami. Oleh karena itu, tim pengembang perlu waktu dan pelatihan yang cukup sebelum bisa mahir.
  • Kedua, pengaturan jaringan yang berbeda dari cara lama. Jaringan di dalam platform ini bekerja dengan cara yang berbeda dari jaringan biasa. Hal ini bisa menjadi kendala bagi tim yang baru pertama kali memakainya.
  • Ketiga, keamanan perlu perhatian khusus. Sistem K8s yang baru dibuat bisa menjadi sasaran serangan dalam hitungan menit. Maka dari itu, pengaturan keamanan harus dilakukan sejak awal dan dengan sangat teliti.
  • Terakhir, kerumitan pengelolaan sehari-hari. Menjalankan platform pengelola kontainer ini membutuhkan keahlian khusus. Namun demikian, banyak perusahaan memilih layanan terkelola agar beban pengelolaan berkurang secara drastis.

Kesimpulan

Kubernetes adalah sistem pengelola kontainer sumber terbuka yang paling banyak dipakai di dunia saat ini. Sistem ini membantu tim pengembang menjalankan, mengatur, dan mengelola perangkat lunak berbasis kontainer secara otomatis. Pada dasarnya, platform ini membuat pengelolaan layanan digital berskala besar menjadi jauh lebih mudah. Di tahun 2025, Kubernetes makin berkembang dengan dukungan untuk kecerdasan buatan, perangkat tepi, dan GitOps. Oleh karena itu, memahami platform pengelola kontainer ini menjadi kebutuhan penting bagi setiap pelaku dunia pemrograman masa kini.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Teknologi

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Electric Unicycle Kendaraan Roda Satu Listrik

Author

Tags: , , , , , , , , ,