Network as a Service

Network as a Service: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat

JAKARTA, incabroadband.co.id – Network as a Service atau NaaS adalah model layanan jaringan berbasis berlangganan. Dengan NaaS, perusahaan bisa memakai jaringan tanpa harus membeli, memasang, dan mengelola perangkat keras sendiri. Selain itu, konsep ini hadir sebagai bagian dari tren layanan berbasis cloud yang sudah mengubah cara perusahaan memakai perangkat lunak dan penyimpanan data. Dengan demikian, jaringan pun kini bisa dinikmati seperti layanan utilitas, cukup bayar sesuai pemakaian tanpa biaya awal yang besar.

Di Indonesia, kebutuhan jaringan yang cepat dan andal terus meningkat seiring pertumbuhan perusahaan digital dan kerja jarak jauh. Selain itu, banyak bisnis skala menengah yang kesulitan membangun dan merawat infrastruktur jaringan sendiri karena biaya dan kerumitannya yang tinggi. Oleh karena itu, Network as a Service menjadi solusi yang semakin diminati berbagai jenis organisasi, termasuk di Indonesia.

Pengertian Network as a Service dan Sejarah Singkatnya

Network as a Service

Network as a Service adalah model layanan jaringan berbasis cloud. Penyedia pihak ketiga mengelola semua komponen jaringan dan menyediakannya kepada pelanggan melalui langganan bulanan atau tahunan. Selain itu, komponen yang dikelola meliputi router, firewall, VPN, hingga keamanan jaringan. Semuanya berjalan secara virtual tanpa perlu perangkat keras fisik di lokasi pelanggan. Dengan demikian, tim teknologi informasi tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk memasang dan memperbaiki perangkat jaringan secara manual.

Secara historis, NaaS mulai berkembang sekitar tahun 2015. Saat itu perusahaan mulai mengeksplorasi jaringan yang ditentukan oleh perangkat lunak atau Software-Defined Networking. Selain itu, kemajuan SDN membuat fungsi jaringan bisa dilepas dari perangkat keras fisik dan dijalankan secara virtual melalui sistem logika yang terpusat. Oleh karena itu, kendali jaringan menjadi jauh lebih fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah.

Kini di tahun 2025, pasar NaaS tumbuh sangat pesat. Selain itu, lembaga riset memperkirakan nilai pasar layanan ini mencapai 14,7 miliar dolar Amerika pada 2029. Tingkat pertumbuhan tahunannya sekitar 42 persen. Dengan demikian, NaaS bukan lagi tren masa depan, melainkan sudah menjadi kenyataan yang diadopsi oleh ribuan perusahaan di seluruh dunia.

Cara Kerja Network as a Service

Network as a Service bekerja dengan cara memindahkan semua fungsi jaringan dari perangkat keras fisik ke platform berbasis cloud yang dikelola penyedia layanan. Selain itu, pelanggan cukup terhubung ke jaringan penyedia melalui internet, lalu mengakses semua layanan jaringan lewat dasbor berbasis web yang mudah digunakan. Dengan demikian, seluruh pengaturan, pemantauan, dan pengelolaan jaringan bisa dilakukan dari mana saja tanpa harus menyentuh perangkat fisik.

Komponen utama yang membuat NaaS bisa bekerja adalah teknologi SD-WAN atau Software-Defined Wide Area Network. Selain itu, SD-WAN memungkinkan lalu lintas data diarahkan secara cerdas berdasarkan kondisi jaringan nyata. Koneksi pun selalu berjalan dengan kecepatan dan keandalan terbaik. Di sisi lain, teknologi ini memudahkan perusahaan menghubungkan banyak lokasi kantor yang tersebar tanpa perlu memasang jalur khusus yang mahal di setiap lokasi.

Penyedia NaaS juga menggunakan antarmuka pemrograman aplikasi atau API untuk mengotomasi berbagai proses jaringan https://snowsofthenile.com/contact-us/. Selain itu, melalui API ini, pelanggan bisa menambah kapasitas atau memantau kinerja jaringan langsung tanpa menunggu teknisi datang ke lokasi. Oleh karena itu, kecepatan respons terhadap perubahan kebutuhan bisnis menjadi jauh lebih tinggi dibanding model jaringan konvensional.

Manfaat Utama Network as a Service bagi Bisnis

Mengadopsi Network as a Service memberikan manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh tim teknologi informasi dan manajemen perusahaan. Selain itu, manfaat ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek keuangan dan kelincahan bisnis secara menyeluruh. Dengan demikian, NaaS menjadi pilihan yang menarik bagi perusahaan dari berbagai skala, mulai dari startup hingga korporasi besar.

Manfaat pertama adalah penghematan biaya yang nyata. Selain itu, model jaringan konvensional mengharuskan perusahaan mengeluarkan biaya besar di awal untuk membeli router, switch, firewall, dan perangkat keras lainnya. Di sisi lain, dengan NaaS, semua pengeluaran itu berubah menjadi biaya operasional yang bisa diprediksi setiap bulan. Anggaran pun lebih mudah direncanakan.

Manfaat kedua adalah kemudahan dalam memperluas jaringan. Selanjutnya, ketika perusahaan membuka kantor baru, tim cukup mengajukan permintaan ke penyedia NaaS dan kapasitas jaringan langsung ditambah dalam waktu singkat. Dengan demikian, proses yang dulunya memakan berminggu-minggu kini bisa diselesaikan dalam hitungan jam.

Manfaat ketiga yang tidak kalah penting adalah peningkatan keamanan jaringan. Selain itu, penyedia NaaS menyertakan fitur keamanan canggih seperti firewall dan pemantauan lalu lintas jaringan sebagai bagian dari paket layanan. Oleh karena itu, perusahaan tidak perlu lagi membeli perangkat keamanan jaringan secara terpisah yang biayanya bisa sangat besar.

Manfaat keempat adalah kemudahan pengelolaan dari satu titik kendali. Selain itu, semua lokasi kantor dan pengguna bisa dipantau lewat satu dasbor terpusat yang bisa diakses dari mana saja. Di sisi lain, pembaruan dan perbaikan celah keamanan dilakukan otomatis oleh penyedia tanpa keterlibatan tim teknologi informasi pelanggan.

Perbedaan NaaS dengan Model Jaringan Konvensional

Memahami perbedaan antara Network as a Service dan jaringan konvensional sangat berguna sebelum memutuskan untuk beralih. Selain itu, perbandingan ini membantu perusahaan menilai apakah kebutuhan dan kondisi bisnis mereka cocok untuk mengadopsi model layanan ini. Dengan demikian, keputusan yang diambil bisa lebih tepat dan sesuai dengan tujuan jangka panjang organisasi.

Jaringan konvensional bergantung sepenuhnya pada perangkat keras fisik yang dipasang dan dirawat di lokasi perusahaan. Selain itu, setiap perubahan konfigurasi butuh campur tangan teknisi secara langsung. Artinya ada biaya dan waktu tambahan setiap kali muncul kebutuhan baru. Di sisi lain, jaringan konvensional butuh tim teknologi informasi yang besar untuk menjaga agar semua perangkat berjalan dengan baik.

Sebaliknya, NaaS beroperasi sepenuhnya berbasis cloud dan dikelola oleh penyedia layanan. Selain itu, tidak ada perangkat keras yang perlu dibeli atau dirawat pelanggan. Beban kerja tim teknologi informasi pun berkurang secara nyata. Oleh karena itu, tim bisa fokus pada pengembangan sistem dan inovasi digital, bukan terjebak dalam rutinitas pemeliharaan perangkat.

Tantangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan dalam NaaS

Meskipun menawarkan banyak keuntungan, Network as a Service juga memiliki beberapa tantangan yang perlu diperhatikan sebelum perusahaan memutuskan untuk beralih. Selain itu, memahami tantangan ini sejak awal membantu perusahaan mempersiapkan strategi migrasi yang lebih matang dan meminimalkan risiko gangguan operasional. Dengan demikian, proses peralihan ke NaaS bisa berjalan lebih lancar.

Tantangan pertama adalah ketergantungan pada penyedia layanan. Selain itu, ketika seluruh jaringan dikelola oleh pihak ketiga, perusahaan menjadi sangat bergantung pada keandalan dan ketersediaan layanan penyedia tersebut. Di sisi lain, jika penyedia mengalami gangguan, maka seluruh operasional jaringan perusahaan juga bisa terdampak secara bersamaan.

Tantangan kedua adalah masalah kesesuaian dengan sistem lama yang masih berjalan di perangkat keras fisik. Selanjutnya, banyak perusahaan masih memiliki aplikasi penting yang berjalan di pusat data lokal dan belum siap untuk dipindahkan ke cloud. Oleh karena itu, proses migrasi ke NaaS perlu dilakukan secara bertahap dan terencana agar tidak mengganggu kelangsungan operasional bisnis.

Tantangan ketiga adalah soal privasi dan kedaulatan data. Selain itu, perusahaan perlu memastikan penyedia NaaS yang dipilih mematuhi regulasi perlindungan data di negara tempat bisnis beroperasi. Di sisi lain, perjanjian tingkat layanan atau SLA perlu dikaji dengan cermat agar penyedia bertanggung jawab atas keamanan data pelanggan.

Kesimpulan

Network as a Service adalah revolusi cara perusahaan membangun dan mengelola jaringan di era digital. Selain itu, dengan model berlangganan yang fleksibel dan keamanan bawaan yang canggih, NaaS menawarkan nilai jauh lebih tinggi dibanding model jaringan konvensional yang mahal. Dengan demikian, bagi bisnis yang ingin tumbuh cepat dan tetap terlindungi di tengah ancaman siber, Network as a Service adalah pilihan yang sangat layak untuk dipertimbangkan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Teknologi

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Secure Access Service Edge: Pengertian dan Cara Kerja

Author

Tags: , , , , , , , , ,